Tidak boleh bersepeda ke sekolah

Nggak boleh sama ayah. Iya kan, Yah?

Begitu kata putri saya, tanpa beban, ketika beberapa kali ditanya oleh ibu atau saudara mengenai kenapa sekarang tidak lagi bersepeda ke sekolah.

Dan setiap kali mendengar kalimat tersebut, sebagian pikiran saya kecut dengan ingatan terakhir ketika saya dan putri saya bersepeda ke sekolah. Sebagian lagi berasa helpless, tapi sebagian lagi tetap tenang, karena ini adalah keputusan yang sudah kami bersama pikir dan diskusikan sebagaimana biasanya kami memutuskan sesuatu untuknya. Dan saya percaya bahwa sampai saat ini, putri saya ini benar-benar memahami mengapa ayahnya merasa perlu untuk mempertimbangkan keinginannya (keinginan kami bersama) untuk bersepeda ke sekolah. Minimal untuk sementara

(more…)

Advertisements

Untuk kesekian kalinya

No surprise. Bila ada waktunya, salah satu kesenggangan saya adalah ngoprek sepeda. Bukan hanya sepeda saya dan keluarga, tapi juga sepeda orang lain, dari mulai petugas keamanan warga sampai anak tetangga. Ini saya lakukan gratis (dan terkadang bahkan, bila saya tengah dalam mood bagus – haha – saya bisa gantikan komponen yang rusak dengan berbagai komponen yang ada di ‘workshop’ sepeda keluarga kami). Syaratnya cuma tiga  (more…)

That Good Feeling

happiness-is-a-butterfly

Ketika saya bekerja di rumah dan tidak ada jadwal kedatangan teh Irma (pengasuh anak sekaligus perawat rumah), saya bertugas mengantar jemput anak (ke dan dari sekolah), dan ini saya lakukan bersepeda.

Ada dua hal yang anak saya berulang kali lakukan ketika dibonceng. (more…)

Ogah ah

Kenalan: Itu mobilnya mbok ya diidupin tho, mas.

Saya: Ogah ah.

Kenalan: Ntar makin rusak, makin berkarat, jadi nggak bisa dipake.

Saya: Biarin. Males mikirinnya. Mungkin nggak akan saya pake lagi kok. Hari gini, nyetir sendirian, macet-macetan. Musti antri bayar bensin lagi. Alah, plis atuh lah.

Kenalan: Trus itu mau digimanain? Jual aja? (more…)

Males ah

Kenalan: Kok nggak pake lagi mobil sekarang, mas?

Saya: Males ah. Pake sepeda saja.

Kenalan: Nggak takut keujanan?

Saya: Emang kenapa kalo keujanan? (more…)