Commuting Gear

Please notes: saya menggunakan sepeda balap. Saya punya badan yang bisa dikatakan kurus. Dan pekerjaan yang mengharuskan saya bepergian (saya tidak harus bepergian untuk bekerja, sebagian besar secara bertahap sudah berhasil saya geser agar bisa dikerjakan remote, secara daring dari home office), yaitu mengajar, berjarak tempuh kurang lebih hanya 2 kilometer saja.

TO WORK

  • Bila akan digowes dengan relatif cepat (dulu lebih sering dilakukan):
    • Jersey/trek pants
    • Jersey suit. Tangan panjang.
    • Pakaian ganti. Perlengkapan mandi, termasuk handuk kecil dan pewangi
    • Helm
    • Air
    • Musik
  • Bila akan digowes santai (sekarang semakin sering)
    • Pakaian biasa saja. Terkadang kombinasi celana jersey dan atasan kaos panjang. Terkadang pakai kemeja berbahan tipis. Terkadang bawahan dan atasan sama sekali bukan pakaian olah raga.
    • Pakaian ganti (sering tidak dipakai semua)
    • Handuk kecil
    • With or without helmet
    • Terkadang pake sepatu slip on (selop)
    • Air
    • Musik

TO JOGGING TRACK

(2-3 kali seminggu saya lari pagi di stadiun olah raga. Pagi-pagi, dengan jarak tempuh setengah km saja dari rumah)

  • Tentu saja pakai pakaian olahraga
  • Handuk kecil
  • With or without helmet
  • Air
  • Musik

TO NEAR LOCATION

(Minimarket, sekolah anak, dsb)

  • Pakaian biasa atau jogging suit (tergantung apakah saya setelah atau sesudahnya). Kadang pake jaket/sweater. Bila malem or cuaca dingin
  • With or without helmet
  • With or without air
  • Kebanyakan without musik, karena sebegitu dekat sehingga sudah sampai bahkan sebelum beres 1 lagu :-).

TO SPECIAL OCCASION

(Yes, saya pernah juga kondangan pake sepeda. Hari minggu di salah satu caffe di daerah Dago)

  • Perginya pake jogging suit (soalnya nanjak bo, & saya nggak kepengen pas
  • Sepeda saya parkir agak jauh, di lokasi dengan toilet yang bisa leluasa saya pakai untuk ganti baju
  • Pulang batikan. Helm dilepas. Dengan musik

Meskipun di sepanjang CFD Dago harus melalui kemacetan yang sungguh tidak masuk akal. Meskipun saya pulang siangan, jadi cuaca cukup panas. As far as I can remember, ini adalah pulang kondangan yang paling saya nikmati. Dan saya kira, bila anda sudah bisa mencapai kombinasi ini: batikan, musik dan sepeda, anda sudah mencapai setengah dari kesempurnaan duniawi.

Setengahnya lagi adalah bangun pagi di hari berikutnya dengan pikiran lebih ringan, badan lebih legam, dan mungkin sedikit pegal-pegal.

Yes. That’s what I called A LIFE WORTH STRUGGLING.

Haha. Selamat menikmati!.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s