Fenomena Jalan Santai

Seorang tetangga memberitahu saya bahwa dalam waktu dekat akan ada acara Jalan Kaki Santai yang diadakan oleh pihak kelurahan. Saya membayangkan ini seperti acara fun bike , dimana orang-orang diajak untuk berjalan kaki bersama-sama. Barangkali di mata para inisiatornya, orang-orang membutuhkan ajang seperti ini untuk mau (kembali) berjalan kaki.

Well, ya dan tidak.

Persoalan dari mengapa banyak orang tidak berjalan kaki, terutama di area rural seperti daerah kami, bukanlah karena jalan kaki tidak meriah atau kami tidak bisa melakukannya bersama-sama. Bukan, bukan itu. Hal mendasar mengapa orang-orang sulit berjalan kaki adalah karena jalanan tidak lagi aman dan nyaman untuk berjalan kaki.

Yes. Anda yang bermukim di area pusat kota atau jalan utama mungkin agak sulit membayangkan. Tapi di banyak – atau sebagian besar – area rural seperti daerah kami, apa yang disebut sebagai ‘jalan utama’ adalah seperti ini:

(foto jalan)

Trotoar menghilang. Dari jalan, ingatan dan kesadaran banyak orang.

So, apakah dengan mengajak-ajak berjalan kaki, membuat acara khusus, dan bahkan membuatnya semeriah mungkin, berjalan kaki akan menjadi aman dan nyaman untuk dilakukan? Saya kira kita bisa tahu bahwa jawabannya adalah: tidak.

Cara paling utama untuk membuat banyak orang – atau dengan bahasa lainnya ‘memasyarakatkan’ – berjalan kaki adalah dengan membuatnya kembali menjadi aktifitas yang aman dan nyaman. Dan satu-satunya cara untuk mencapai hal tersebut, diantara ledakan jumlah pengguna kendaraan pribadi berbahan bakar fosil (really, kita tidak bisa membandingkannya secara langsung dengan berjalan kaki seperti dulu, yang langsung dilakukan di bahu jalan) adalah dengan mengelola dan mengembangkan fasilitas khusus, seperti yang tersedia di kota dan jalan raya, yang kita bersama ketahui berhasil menjamin orang-orang berjalan kaki secara sukarela sejak ratusan tahun yang lalu: T-R-O-T-O-A-R.

 

Sisanya adalah gimmick. Hiburan. Yang beresiko tinggi yaitu:

pertama; secara teknis akan timbul persoalan sehubungan dengan konflik dengan para pengendara kendaraan bermotor. Terserempet, tertabrak, kemacetan, bersama atau tanpa caci dan makian akan dengan mudah terjadi karena sungguh tidak mudah berjalan kaki tanpa fasilitas khusus – apalagi bergerombol/ dalam jumlah besar seperti itu

kedua; secara awareness pandangan berjalan kaki sebagai sesuatu yang ribet akan semakin tajam. Really, sebelumnya banyak orang tidak dapat memandang berjalan kaki sebagai sebuah pilihan,

ketiga; people will biasing. Beberapa oportunis akan membajaknya untuk kepentingan pribadi dan kelompok, sehingga semakin menjauhkannya dari tujuan yang otentik; menyehatkan masyarakat. Seperti dalam banyak kejadian fun bike, car free day, dan atau isu ‘green’/ ‘hijau’ (beberapa kenalan kerabat begitu  bergantung dan tidak percaya diri bila topik ramah lingkungannya tidak dieksekusi dengan warna hijau. Hahaha. Begitu menggelikan dan tragisnya situasi bias seperti ini bila berlangsung lama). Akan ada orkes dengan penyanyi setengah bugil, hadiah mobil, atau hal-hal lain yang hubungannya  hanya ada dalam menjamin bahwa semakin banyak acara tersebut dilakukan maka akan semakin berlipat gandanya persoalan, semakin tidak sehatnya masyarakat, semakin kurang waras nalar kita bersama.

Jadi, go ahead, gelar dan ikuti ajang acara berjalan kaki santai bareng-bareng seperti ini. Namun, don’t fooling yourself bahwa dengan ini akan ada banyak orang mengikuti dan berjalan kaki akan memasyarakat kembali. Tak ada gunanya memandang dan mengharapkan seperti itu. You will only hurt yourself (and might be: your people) by acting like that.

Alih-alih, anda bisa melakukan hal yang lebih berguna, atau membuatnya lebih berguna dengan membuatnya seperti ini:

  • dilakukan dan ditujukan untuk mengadvokasi pengadaan dan pemeliharaan trotoar (jadi berjalan kakinya harus dilengkapi juga dengan peralatan kampanye, kaos, atau lainnya)
  • dilakukan hanya bila trotoar sudah tersedia. Ini, meskipun sekilas terlihat ignorance namun adalah sikap yang sangat masuk akal. Atau,
  • Berjalan kaki saja. Mau bersama atau tidak. Mau ada acara khusus atau tidak. Tingkatkan volume dan frekwensinya, sampai mungkin kepada level dimana anda tidak tahan lagi untuk mengadvokasi keberadaan dan pemeliharaan trotoar. Bahkan ketika anda berjuang sendirian.

Really, tidak ada moda transportasi pribadi yang lebih layak kita perjuangkan (baca:masyarakatkan( selain bersepeda dan berjalan kaki. Namun untuk itu, terlebih dahulu kita harus kembalikan pandangan dan penghargaan kita terhadapnya secara utuh, dan jernih. Hanya dengan cara seperti itulah hal tersebut bisa lebih pasti kita rebut, bukan hal yang lainnya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s