Goweslah Akalmu

Just in case anda merasa bosan dengan agenda komunitas bersepeda yang ituu itu saja, sesungguhnya ada banyak hal yang luar biasa pentingnya dalam memasyarakatkan bersepeda. This could be a wakeup call, please be inspired:

  1. Cycling Literacy. Kurang lebih mirip dengan Gowesy, dengan ceruk yang berbeda dan/atau lebih spesifik. Misal, dari faktor:
    • demografi: kids cycling, female cycling, etc
    • pendaya gunaan: Sport, Health Cycling, Environmental side of cycling, etc
    • dari style/gaya pembahasan: cycling journalism, documentary, cycling humour-anyone?
    • dari tipe teknologi: fixed gears, city bike, etc,etc
  2. Advokasi (& might be; campaign). Untuk bisa mengubah prilaku (i/e lebih memasyarakatkan bersepeda) serangkaian informasi, data, pengetahuan harus dikembangkan kedalam berbagai aksi yang terarah. Be it as specific untuk menargetkan berbagai kebijakan pemerintah (baik itu regional, lokal, atau lainnya), sekolah, dsb, yang lebih mendukung perubahan prilaku tersebut. Maupun pelbagai aksi yang mendukung dan mengantarkan perubahan mindset. Ini adalah komponen yang sangat krusial (dan tidak pernah bisa khatam dieksekusi) dalam memasyarakatkan bersepeda dan membuat masyarakat jadi lebih sehat.
  3. Riset & Studi. Berbagai stagnasi, ketidak optimalan dan keganjilan mengenai pengembangan infrastruktur bersepeda (yang masih sedikit) sekarang ini selalu berhubungan dengan bagaimana dia dikerjakan. Yang sebagian besar sporadis, dan berlandaskan asumsi. Secara umum, mau ngerjain apapun, kalau landasannya seperti itu tidak akan ada kemajuan yang benar-benar serius, begitu pula bersepeda. We should really stop acting like that dan mulai bekerja dalam kerangka yang lebih terukur. Dan ini bisa mulai dari hal-hal kecil misal: seberapa banyak sebetulnya orang yang bersepeda di RT-mu? kisaran umur berapa saja? seperti apa frekwensinya? untuk tujuan apa, dsb, dsb.

Pasti tidak gampang (dan memang jangan dibayangkan ini satu aktifitas yang gampang, it’s a tricky mindset, you know), tapi secara teknis kita tidak tengah kekurangan peralatan. Ada website gratis, ada aplikasi sosial media, ada banyak teknologi yang bisa dimanfaatkan. Juga agar berbagai pengeksekusiannya bisa berjalan lebih hemat (komunikasi via email, WA, dsb,dsb, tidak selalu musti setiap hari ketemu). The sky is the limit.

All we need is to be creative, learn continously, dan mungkin – persis seperti bersepeda sehari-hari. Woles saja. Yang penting ‘nyampe. Selamat sampai tujuan.

-Goodluck-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s