Polusi Udara dan Behavioral Deadcycle

cyclingconvergency

Sindrom lain dari bersepeda tanpa adanya dukungan infrastruktur yang memadai adalah, dia harus berkali-kali berhadapan dengan hal yang sesungguhnya sama sekali tidak perlu jadi masalah.

Seperti polusi udara misalnya.

Sepeda itu minim polusi dan adalah sarana ampuh dalam menekan polusi – yang sekitar seperempat sampai dengan setengahnya – muncul dari sistem transportasi bermotor. Dengan polusi yang terminimalisir, bukan saja tingkat kesehatan masyarakat bisa diperbaiki, berbagai pengeluaran, baik di tingkat personal, komunitas dan pemerintahan bisa ditekan, ekonomi bisa berjalan lebih sehat.

Namun nyatanya, dengan kurang seriusnya dukungan infrastruktur yang memadai, orang-orang sulit memasukkan bersepeda sebagai pilihan transportasi harian karena apa? salah satunya, takut polusi.Padahal polusi udara secara ilmiah, terbukti sama sekali bukan hal yang perlu dikhawatirkan kecuali anda bersepeda di kota-kota semacam Onitsha atau Petshawar.

Tapi begitulah. Sebelum berbagai dukungan yang yang rutin dan secara fisik ada dan terasa, secara natural sebagian besar orang akan lebih memilih insting terdasar mereka; menghindari bersepeda. Dan begitu seterusnya. Polusi udara terjadi karena orang-orang takut bersepeda, yang kemudian membuat mereka memilih sarana transportasi lain yang justru menambahkan polusi, dan membuat orang-orang lebih takut lagi, lebih banyak menambahkan polusi lagi, dan begitu seterusnya, dan begitu seterusnya. Fenomena ini sob, adalah persisnya salah satu sindrom the culture of fear, dimana manusia terjebak (menjebakkan atau membiarkan dirinya terjebak) pada prilaku keliru yang tak berujung. A behavioral deadcycle at it’s best.

Jadi sodara-sodara. Anda bolehlah merasa jadi orang yang berani dan berpikiran jauh kedepan, setidaknya dalam menyikapi polusi udara, bila sekarang ini bahkan seorang diri bersepeda setiap hari kemana-mana. Tapi jangan kira orang lain akan mengikuti jejak anda (atau saya) bersepeda seperti itu. Sebagian besar orang mungkin justru akan menghindari jadi seperti anda.

Bukan karena anda sosok yang mereka tidak kagumi (banyak dari mereka mungkin mengagumi anda, tapi itu sungguh hal yang kurang penting untuk dipikirkan, dan ini bukan tentang anda dan saya). Sebagian besar orang yang menahan keinginan untuk bersepeda ini adalah (dan hanyalah) manusia yang secara alami, membutuhkan dorongan khusus untuk bisa keluar dari perangkap kebiasaan seperti tertulis diatas. Mereka butuh sesuatu yang:

  • Tangible, bisa dirasakan secara fisik, bukan hanya anjuran dan ajakan.
  • Rutin, ada di setiap saat, sebagaimana perubahan prilakunya diharapkan.
  • Relevan; sesuai dengan apa yang mereka rasa butuhkan.

Bila tidak begitu. Sampai kapanpun, mau dibolak balik dengan cara apapun, itu prilaku bakal muter terus kayak gitu. A deadcycle. 

-Subhanallah-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s